Kemengkop dan UKM Alokasikan Anggaran Rp 30 M Untuk Pameran KUMKM
Kantor Kemenegkop dan UKM RI dalam tahun ini menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk kegiatan pameran-pameran produk KUMKM baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan sebagian besar sudah terlaksana. “Seaat ini tinggal tiga sesi pameran yang akan berlangsung pada bulan September – Nopember 2009. Tetapi di sisi lain, program fasilitasi pendampingan sosialisasi terhadap KUMKM di daerah-daerah bekerjasama dengan Badan POM dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten dan Kota untuk bisa tembus ke pasar modern senilai Rp 20 miliar sudah terserap 30%, namun diakui belum diketahui pesertanya di daerah-daerah yang menjadi sasaran pengalokasian anggaran tersebut,* kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenegkop dan UKM,Ikhwan Asrin, SE kepada SENTANA di ruang kerjanya, Senin (31/8).
“Ada dua program kegiatan utama Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha tahun ini yakni program pelaksanaan pameran produk KUMKM dengan anggaran Rp 30 miliar. Sudah selesai ditenderkan dan sudah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, pemenang tender melaksanakan dengan uangnya diadu-hulukan dan pencairan berjalan sejak Juli 2009. Tinggal tiga pameran lagi. Sedangkan Program pelaksanaan Fasilitasi KUMKM agar produknya sesuai standar beker-jasama dengan Badan POM sehingga bisa menembus pasar modern. Pelaksanaannya sudah terealisasi 30 % tetapi saya belum tahu berapa jumlah pesertanya di daerah-daerah yang menjadi sasaran program kegiatan tersebut,” tambahnya.
Dikatakan, tidak sedikit pelaku usaha KUMKM (Koperasi, Usaha Mikro,Kecil dan Menengah) yang sulit mendapatkan/menembus akses ke Pasar Swalayan dengan berbagai kendala Seperti merek, mutu dan kemasan. “Karena itu kita fasilitasi mereka bekerjasama dengan Badan POM untuk memberikan pemahaman dari segi kesehatan/mutu dan kemasan yang baik bagi produknya Dan pihak Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten maupun Kota menyiapkan data pesertanya,” ujarnya
Menjawab pertanyaan Ikhwan Asrin mengakui jika Dana Stimulus sebesar Rp 100 miliar yang menjadi tanggungjawab penyalurannya di pihaknya, hingga kini belum dibahas masuk belanja modal atau social Sedang dibahas,” ujarnya.
Tentang pelaksanaannya Ikhwan mengakui belum semuanya terserap, namun diharapkan semua mekanismenya sudah berjalan. “Dari 91 lokasi Pasar Tradisional di 78 Kabupaten dan Kota, sebagai sasaran penggunaan dana stimulus di Kemenegkop dan UKM itu, sebanyak 82 pasar sudah keluar DIPA-nya, dan sisanya yakni 9 unit lagi sedang dalam proses Dari total 82 yangsudah keluar DIPA-nya, sebanyak 51 lokasi pasar telah mencairkan anggarannya, dan 31 masih dalam proses pencairan di Kantor Perbendaharaan Negara (KPN),” ujarnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan programnya Ikhwan Asrin mengakui pada umumnya tidak ada kendala yangsignifikan di lapangan
“Semua program Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha termasuk penggunaan anggaran di lapangan berjalan baik. Tidak ada hal yang tidak baik,” ujarnya.
Hal itu termasuk umpan balik dari penyelenggaraan pameran-pameran produk KUMKM selama ini baik di dalam negeri maupun pelaksanaan di luar negeri. “Ini dilihat dari animo pelaku/peserta dari KUMKM terus meningkat dan produknya makin banyak dicintai oleh konsumen, termasuk transaksinya,” tambahnya.
Dijelaskan, lokasi pameran yang sisa 3 sesi itu adalah Pameran Tematik di Smesco Indonesia 9-14 September 2009, kemudian pameran Indocreatives juga di Smesco Indonesia 14-18 Oktober 2009 serta Pameran Funriture dan Craft 28 Oktober -1 Nopember 2009 di Smesco Indonesia Sedangkan pameran produk KUMKM di luar negeri yakni Vietnam, India, Kualalumpur antara Nopember dan Desember 2009 “Pameran di luar negeri itu sebagai partisipasi,” ujarnya




