Customer Service

Taufik
Andra
Hotline Service :
0274-884201-121

Categories

Partner

Pelaku UMKM Minta Pemerintah Segera Tunda FTA ASEAN-China

December 21, 2009 | Category: Uncategorized 

ukm indonesiaPelaku usaha di sektor UMKM meminta pemerintah segera memutuskan penundaan kesepakatan FTA (Free Trade Area) ASEAN-China dari jadwal semula 1 Januari 2010, seperti yang telah dijanjikan Menteri Perekonomian Bidang Ekonomi Hatta Radjasa.
Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sandiaga S Uno, para pengusaha sektor UMKM meminta segera diputuskan penundaan FTA ASEAN-China tahun depan. Masa penundaan, idealnya enam bulan sampai satu tahun, di samping Kadin terus mengkaji sektor UMKM mana yang mempunyai daya saing tinggi.
“Meskipun sudah ada tanggapan dari Pak Hatta yang dikemukakan kemarin, namun harus segera diputuskan dong. Tentunya sebelum diberlakukan (1 Januari 2010). Idealnya penundaan enam bulan sampai satu tahun,” ujar Sandiaga dalam peluncuran hasil survei ‘Doing Business in Indonesia 2010’, di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika,  Jakarta, Selasa (15/12).

Menurutnya, 70% pengusaha UMKM khawatir terhadap kesepakatan pembebasan bea masuk impor dari produk-produk China. Sisanya mendukung, karena pengusaha tersebut memang berorientasi ekspor.

Tambahnya, jangan sampai penerapan kesepakatan pembebasan bea impor justru akan memperlemah posisi UMKM sebagai tulang punggung industri di Indonesia, terlebih di pasar dalam negeri sendiri.

“Di internal Kadin sendiri juga terjadi perdebatan, antara yang setuju dan tidak. Namun memang masih didominasi oleh yang sepakat meminta penundaan,” papar Sandiaga.

Kekhawatiran lebih banyak dipicu dari produk-produk China yang masuk secara ilegal dan efek dari penerapan ekonomi dumping dari negara tirai bambu ini. Namun Kadin tetap melihat, FTA dengan China tetap mempunyai celah bisnis baru.
Khususnya untuk produk dengan daya saing tinggi di pasar ekspor, seperti industri kreatif.

“Kadin sudah secara bulat memutuskan, meminta penundaan FTA dengan China. Namun kami masih terus mengkaji, bahwa tetap ada competitiveness dari produk UMKM misal tidak ada jalan lain (penerapan FTA terjadi),” katanya.
Lanjutnya, industri kreatif dan industri lain yang memiliki daya saing kuat menjadi pionir dalam celah bisnis baru di pasar ekspor. (dtf)

Sumber:
http://www.medanbisnisonline.com/2009/12/16/pelaku-umkm-minta-pemerintah-segera-tunda-fta-asean-china/

Tulis Komentar

Spam Protection by WP-SpamFree

In Landshut Anwalt fuer Immobilienrecht finden